Sabtu, 18 Februari 2017

RESUME SISTEM POLITIK INDONESIA A.RAHMAN H.I

RESUME
‘Dibuat untuk memnuhi salah satu tugas mata kuliah (mandiri) mata kuliah Sistem Politik Indonesia’
Dosen Pengampu: Dr.H.Cecep Suryana., Drs.M.S.i

Judul Buku: Sistem Politik Indonesia
Batasan : Bab 1-8
Penulis: A.Rahman H.I
Jumlah Halaman: xiv + 300
ISBN: 978-979-756-203-8
Penerbit: Graha Ilmu, Yogyakarta
Cetakan : Pertama

Oleh : Ranti Nuarita
(1154060066)
            Ilmu Komunikasi Humas 3B
           


RESUME BAB I
PENGANTAR SISTEM POLITIK INDONESIA

Pengertian Sistem Sistem politik di Indonesia berasal dari tiga kata, yaitu Sistem,politik,dan Indonesia. Sistem berasal dari bahasa yunani,yaitu “systema” yang berarti:  Suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (*Shrode dan Voich, 1974: P.115). pengertian lain menyatakan sistem artinya hubungan yang berlangsung diantara satuan atau komponen secara teratur (Awad,1979: P.4).  Dari definisi ahli diatas dapat di simpulkan bahwa, sistem adalah sehimpunan bagian,komponen, dan sel yang tersusun sacara rapi,teratur,berurutan menjadi satu kesatuan yang utuh.
Dalam hal ini sistem juga memiliki ciri-ciri tertentu yaitu Menurut Elias . M. Awad, menyebutkan bahwa : salah satu ciri dari sistem adalah terbuka, terdiri dari 2 atau lebih subsistem Saling ketergantungan Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan Kemampuan untuk mengatur diri sendiri Tujuan, dan sasaran Sedangkan menurut William A. Schrode serta Dan Voich Jr. : Purposive behaviour, wholism, terbuka, melakukan kegiatan transformasi,dan saling terkait mekanisme kontrol.
Dari ciri yang di sebukan oleh para ilmuan tersebut di atas, jadi sistem memiliki ciri pokok sebagai berikut Setiap sistem memiliki tujuan, memiliki batas (boundaries) namun walaupun terbatas, setiap sistem memiliki sifat terbuka, dalam arti berinteraksi dengan lingkungan. suatu sistem terkoneksi dengan sub-sistem yang saling berhubungantSetiapp sistem melakukan proses transformasi, atau perubahan menjadi sebuah pengeluaran, Sistem memiliki mekanisme kontrol dengan memanfaatkan umpan balik.Selain sistem juga memiliki unsur dan tujuan, jika dalam negara unsur-unsurnya adalah legislatif, eksekutif dengan tuuan demi tercapai kesejahteraan.
Dalam kehidupan sehari-hari kita serring melihat sekelompok orang bergabung, berkumpul serta berinteraksi satu sama lain,baik antar inividu atau ruang lingkup yang lebih besar. Seperti halmnya di lingkup negara, dimana kedua negara merundingkan sutau perjanjian bilateral antara keduannya, atau juga lembagalegislatif melakukan pembahasan tentang keputusan, serta ketetapan pemerintah,maka hal tersebut dinamakan pembicaraan tentang politik..
Pengertian ilmu politik, Berasal dari kata “Ilmu”, dan “ Politik”. Ilmu adalah pengetahuaan yang tersusun secara sistematis, berdasarkan fakta,dan di buktiakn kebenarannya, serta bersifat universal. Sedangkan politik berasal dari kata “polis” yang berati negara,dan “Taia” berarti urusan. Jadi secara umum, ilmu politik adalah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kekuasaan, baik sesama warga negara, antar warga negara dan negara, maupun hubungan sesama negara.Bidang kajian ilmu politik meliputi :
Yang pertama ada teori ilmu Politik, meliputi teori, serta sejarah perkembangan ide-ide politik selanjutnya ada lembaga-lembaga politik, meliputi UUD, pemerintahan Nasional, pemda dan lokal, fungsi ekonomi dan sosial pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga politik, adapula partai politik meliputi organisasi kemasyarakatan, pendapat umum, partisipasi warga negara dalam pemerintahan, dan administrasi. Dalam ilmu politik juga membahas mengenai hubungan Internasional, administrasi internasional ,dan hukum internasional.

RESUME BAB II
RUANG LINGKUP INTERNAL SISTEM POLITIK INDONESIA

Menurut Gabriel Almond, Lingkungan dalam negeri yang meliputi lingkungan fisik,sosial dan ekonomi domestik yang menjadi sumber devisa bagi input(masukan) lingkunganfisik, negara dalam membiayai struktur politik, yang meliputi lembaga dan ekonomidomestik, infrastruktur maupun suprastruktur politik dalam upaya melaksanakan tugas danfungsinnya bagi terwujudnnya tujuan nasional suatu negara.
Adapun Klasifikasinya adalah sebagai berikut : Lingkungan Fisik Adalah lingkungan internal yang merupakan wadah, dan sumber kehidupan bagikelangsungan hjidup bangsa, dan negara. Lingkungan ini merupakan sumber nilai materiilutama bagi devisa negara untuk membiayai seluruh tatanan nasional,atau juga sebagaimodal dasar bagi pembangunan nasional. Menurut Lemhanas lingkup fisik ini tergabungdalam aspek Trigatra,yaitu:a. Kondisi Geografis letak geografis Indonesia yang sangat strategis, karena di apit oleh dua benua dan duasamudera sangatlah menguntungkan bagi pendapatan devisa negara Indonesia sebagai jalur transportasi Internasional. Selain itu juga karena cuaca di Indonesia yang hanyamemiliki 2 Musim, sangatlah menentukan kepastian untuk masa bercocok tanam, di tambahlagi dengan letak Indonesia yang di lalui oleh garis khatulistiwa,yang memberi manfaat akankekayaan hayati flora fauna di Indonesia.
Sumber Kekayaan Alam, yang dimana alam merupakan faktor terpenting bagi kehidupan suatu bangsa,termasuk Indonesia.Faktor alam meliputi :
1. SDA Kehutanan : Kayu, serta penyeimbang iklim dan tempat berbagai ekosistem hidup
2. SDA Kelautan : Ikan,Karang, Mutiara, serta berbagai hasil laut lainnya
3. SDA Migas : Minyak,Gas alam, Serta bahan tambang lainnya.
Kondisi Demografis (Kependudukan) adalah kondisi penduduk yang meliputi jumlah, kualiotas, administrasi,dan karakteristik pembangunan penduduk dalam negara Indonesia. Pembangunan penduduk baik dimulai pada level Individu yang berkualitas mutlak untuk dilakukan dalam melanjutkan pembangunan namun juga harus diwaspadai pertumbuhannya,serta dioptimalkan melalui program KB misalnnya untuk mengendalikan polpulasi berlebih
Selanjutnya ada lingkungan sosial yang dimana lingkungan sosial adalah lingkungan yang merupakan wadah bagi masyarakat untuk mengambil peran dalam partisipasi politik, sosial budaya, hankam,dan hukum bagi kesejahteraan rakyat seluruhnnya. Klasifikasi lingkungan sosial yang dimaksud juga terbagi menjadi: Pertama Lingkungan politik,yaitu wadah bagi seluruh rakyat untuk ambil bagian dalam partisipasi politik,baik dalam lembaga suprastruktur,maupun infrastruktur politik,sebagai manifes dari hak politik di Indonesia. Kedua Lingkungan sosial budaya, adalah wadah dari perkembangan peradaban masyarakat ,sosial,budaya,dan juga teknologi suatu negara. Ketiga lingkungan Hankam, adalah lingkungan yang selalu diharapkan oleh bangsa dan negara berada pada posisi aman, damai,dan tenang dari ancaman baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dapat membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Keempat ada lingkungan Hukum,adalah lingkungan yang berisi ketaatan, kesetaraan dan keadilan serta adannya kepastian hukum bagi hak dan kewajiban setaip warga negara tanpa adanya diskriminasi. Kelima ada lingkungan ekonomi domestik yang dimana lingkungan ini berhubugan dengan pendapatan negara Sumber daya migas, merupakan sumbar daya yang berasal dari minyak,dan gas bumi, yang berpotensi besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  Sumber Daya Non Migas,merupakan sumbar daya alam, baik dari potensi kehutanan seperti kayu, atau juga potensi kel;autan seperti ikan. Sumber Daya Pajak,di peroleh negara melalui warga negarannya atas semua pendapatan atau honor,baik perorangan maupun badan hukum yang umumnya stabil pada tiap tahunnya.
  

RESUME BAB III LINGKUNGAN EKSTERNAL SISTEM POLITIK INDONESIA

Lingkungan Internasional adalah lingkungan masyarakat suatu negarayang beradaberbatasan dengan wilayah negara,baik regional maupun internasionalyang satu sama lainmemiliki saling ketergantungan.; Pada dasarnya negara-negara di dunia memiliki rasaketergantungan dalm pemenuhan kebutuhan negara tersebut kepada negara lainnya yangterjadi di berbagai bidang kehidupan.tujuan dari adanya lingkungan eksternal atau internasional ini adalah untuk pembangunan hubungan diplomatik oleh suatu negara, termasuk Indonesia adalah ditujukan untuk mencapai cita- cita dan tujuan negara Indonesia yang tertuang di dalampembukaan Undang-undang dasar 1945 alinea II. Artinya bahwa segala upaya yang dibangun dalam rangka kerja sama antar negara, adalah bertujuan untuk memperolehkeuntungan politik,ekonomi,sosial budaya,hukum,dan hankam,yang berujung pada keutuhan NKRI. Klasifikasi Lingkungan  enurut Gabriel A. Almond, sistem lingkungan masyarakat internasional dapat diklasifikasi dalam 3 macam :Pertama Sistem Politik Internasional Adalah kumpulan elemen-elemen dunia yang satu sama lain saling terkait dalampolitik Internasional,yang memiliki tujuan bersama yaitu menciptakan tatanan kehidupan internasional yang aman, damai dan harmonis antar negara-negara anggota organisasi internasional, seperti PBB,dan NATO. Kedua Sistem Ekologi Internasional. Merupakan Lingkungan sebagai tempat tinggal, dan sumber dari kebutuhankehidupan manusia. Sistem lingkungan internasional adalah subsistem dari berbagai negarayang ada, maupun subsistem bebas seperti luar angkasa,dan laut lepas.Lingkungan Internasional yang merupakan milik berasama ini selayaknya harus bisa di lestarikan dan dipelihara berasama. Ketiga ada Sistem Sosial Internasional yang merupakan sistem yang berupa kumpulan elemen-elamen / unsur-unsur budaya,struktur sosial, ekonomi dan demografi internasional yang bekerja sama untik mencapai tujuan bersama yaitu damai, aman , tentram bagi kehidupan manusia. Sistem sosial internasional meliputi :Kebudayaan internasional, Struktur sosial inernasional, Sistem ekonomi internasional,  Sistem demografi internasional, adalah kumpulan elemen yang bekerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, yaitu pembangunan demografi (kependudukan) internasional yang demi teratur,dan sejahtera. Tujuan untuk menjadi forum bagi menjaga perdamaian dalam kawasan, menjadi forum kerjasama dalam rangka membangun hubungan dalam bidang EkoSosBudHanKam, menjadi forum penyelesaian perselisihan antar anggota organisasi negara sekawan, lintas kawasan, maupun kawasan global.

RESUME BAB IV
STRUKTUR, FUNGSI PENDEKATAN DAN KAPABILTAS SISTEM POLITIK

Definisi Struktur merupakan badan atau organisasi, sedangkan politik merupakan urusannegara. Jadi secara harfiah Struktur politik merupakan badan atau organisasi yangberkenaan dengan urusan rumah negara. Untuk itu struktur politik selalu berkaitan denganalokasi nilai-nilai yang bersifat otoritatif,yaitu yang di pengaruhi oleh distribusi atau penggunaan kekuasaan.
Struktur Politik Adalah pelembagaan hubungan organisasi antara komponen-komponen yangmembangun hubungan itu. Struktur politik sebagai satu spesies struktur padaumumnya,yang bergantung pada alokasi nilai bersifat otoritatif .kekuasaan merupakansubstansi pokok dalam pembahasan ilmu politik.
Fungsi Pendekatan tidak jauh dri pengertian Sistem politik yang tidak lain adalah mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik,dalam hubungan nya satu sama lain yang menunjukan proses yang bertahan lama. Proses tersebut mengandung dimensi waktu( lampau, kini, dan mendatang). sudut ini terlihat bahwa sistem politik merupakan bagian dari sistem yang lebih besar,yaitusistem sosial.
Selanjutnya ada kapabilitas pada era modern ini prestasi sistem politik di ukur dari kemampuannya melakukan penyelesaian dalam menghadapi masalah bangsa, dantantangannya. Atau lebih berorientasi pada hal yang bersifat nyata (riil), sepertipertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial,politik,dan lainnya. Kapabilitas sistem politik adalah kemampuan sistem politik dalam bidang ekstraktif (kemampuan eksplorasisumber daya alam,dan juga manusia), distributif (kemampuan mengelola SDA dan SDM),regulatif(kemampuan menyusun undang-undang,mengatur,serta mengawasi danmengendalikan tingkah laku individu, kelompok, organisasi,perusahaan,dan lainnya sehingga dapat patuh dan taat kepada undang-undang yang berlaku), simbolik (Kemampuaan untuk membangun pencitraan terhadap kepala negara atau juga rasa bangga terhadap negarannya), responsif( kapabilitas untuk menciptakan daya tanggap kepadamasyarakat),dan dalam negeri serta internasional (Hubungan interaksi dengan luar negeri)untuk mencapai tujuan nasional seperti dalam pembukaan UUD’45.



RESUME BAB V KELOMPOK KEPENTINGAN
(INTERESTED GROUP)

Kelompok kepentingnan atau adalah setiap organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah, tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik, kecuali dalam keadaan luar biasa, kelompok kepentingan tidak menguasai pengelolaan kepentingan pemerintah secara langsung. Sekalipun mungkin pemimpin dan juga anggotannya memenangkan kedudukan politik melalui pemilihan umum, kelompok kepentingan tersebut tidak di pandang sebagai organisasi yang menguasai pemerintahan.
Dari kepentingan individu terhadap suatu hal penting yang harus mereka raih dan juga di pertahankan untuk kelangsungan hidupnya, baik di dalam keluarga,masyarakat, negara sendiri, bahkan juga negara lain, tentu saja memerlukan kerja keras dan juga akan terjadi gesekan di antara kepentingan- kepentingan yang lainnya. Untuk itu di perlukan kekuatan tambahan dari dari individu ataupun masyarakat yang memiliki pandangan misi dan visi sejalan dengan kepentingan tersebut,seperti halnya organisasi yang mengatasnamakan kepentingan seperrt LSM, Ormas, dan juga organisasi sosial lainnya. Hal ini lah yang melatarbelakangi lahirnya kelompok kepentingan ini, dimana ada kekuatan dominasi terhadap masyarakat yang dapat mengancam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara.
Menurut Gabrieel A. Almond kelompok kepentingan di jabarkan sebagai berikut
1. Kelompok Anomic, kelompok yang terbentuk di antara unsur dalam masyarakat secara spontan, dan hanya seketika, dan karena tidak memiliki norma-norma yang mengatur,maka kelompok ini sering tumpang tindih dengan bentuk-bentuk politik nonkonvensional, seperti demonstrasi, kerusuhan, tindak kekerasan politik dan lain- lain.
2. Kelompok Non Assosional, adalah kategori masyarakat awam, dan tidak terorganisir rapi, dan kegiatannya bersifat temporer. Wujud kelompok ini antara lain adalah keluarga, keturunan etnik,regional yang menyatakan keluhan melaui kepala keluarga,individu lain dan atau pemimpin agama.
3. Kelompok Institusional, adalah kelompok formal yang memiliki struktur, visi, misi, tugas, fungsi,serta berbagai artikulasi kepentingan seperti : partai politik,korporasi publik, badan legislatif, militer, birokrasi,dll.
4. Kelompok Assosiasional, adalah kelompok yang terbentuk dari masyarakat dengan fungsi untuk mengartikulasi kepentingan anggotannya kepada pemerintah, atau perusahaan pemilik modal, seperti sarikat buruh,KADIN,KWI, MUI, NU,dan lain adapun saluran untuk mengemukakan pendapat masyarakat biasanya melalui saluran sebagai berikut :Demonstrasi,dan tindakan kekerasan, Hubungan Pribadi (melalui media keluarga, kerabat dekat atua juga pertemanan) Perwakilan Langsung (Melalui perwakilannya yang ada di legislatif,eksekutif dan yudikatif, serta lembaga resmi lainnya) Saluran formal,dan Institusional Lain (Melalui media massa baik cetak maupun elektronik, dan melalui partai politik)
Adapun tujuan dari Intersted group adalah :
1. Melindungi kepentingan anggotannya,dari dominasi penyelewengan oleh pemerintah atau negara,
2. Wadah pemberdayaan masyarakat,
3. Sebagai pengawasan dan pengamatan terhadap jalannya pemerintahan
4. Wadah kajian dan analisis bagi segala aspek pembangunan nasional di berbagai bidang. Sifat dari lembaga ini adalah Independent, netral,, kritis dan mandiri.

BAB VI
PARTAI POLITIK

Pertama lahir dinegara-negara Eropa Barat, Pada permulaan perkembangannya dinegara-negara Barat seperti, Inggris, Perancis,, kegiatan politik pada ulanya dipusatkan pada kelompok-kelompok tertentu seperti politik parlemen. Kegiatan ini juga pada awalnya bersifat aristoktatis, elitis dan mempertahankan kepentingan - kepentingan  kaum bangsawan terhadap tuntutan raja. Namun seiring perjalanan kedepan kegiatan politik ini muai meluas keluar, dan berkembang tidak hanya di kum bangsawan saja. Dengan demikian setelah terjalinnya kepentingan politik baik kaum parlemen dengan orang diluar parlemen yang memiliki faham yang sama akhirnya melahirkan partai politik, partai politik pada umumnya bersandar pada ideologi sosialisme, liberalisme, agama dan profesi. Banyak cara dalam melakukan proses partisipasi dalam partai politik seperti ada komunikasi mas, pendidikan dan lainnya.
Definisi partai politik sendiri menurut Miriam Budiardjo adalah suatu kelompok yang terorganisis yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini adalah untuk memperoleh kekuasaan politik, dan merebut kedudukan politik melalui cara konstitusional untuk melaksanakan kebijakan yang mereka miliki
Selanjutnya ada definisi partai politik menurut Sigmund Neumann adalah dari aktivis-aktivis politik yang berusaha untuk menguasai pemerintahan serta merebut dukungan rakyat atas dasar  persaingan dengan suatu golongan-golongan atau golongan-golongan lain yang mempunyai pandangan berbeda.
Jadi dari pemaparan para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa partai politik adalah suatu kelompok atau organisasi yang didalamnya memiliki orientasi value dan cita-cita yang sama untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan.
Dalam praktiknya partai Politik juga memiliki tujuan dalam mendirikan parpol itu sendiri diantaranya Pertama untuk menjadikan wadah aktualisasi diri bagi warga Negara yang memiliki kesadaran yang tinggi untuk ikut serta dalam partisipasi politik, Kedua menjadi wadah agregasi kepentingan masyarakat, Ketiga menjadi sarana dalam upaya meraih dan mempertahankan kekuasaan politik, Keempat menjadi wadah berhimpun bagi masyarakat atau kelompok yang memiliki ideology dan kepentingan yang sama.
Lalu ada pula Fungsi dari  partai politik yang melekat dalam suatu partai politik adalah meliputi :Sosialisasi Politik, partisipasi Politik, Komunikasi Politik, Artikulasi Kepentingan, Agregasi Kepentingan, Pembuat Kebijaksanaan
Selanjutnya ada klasifikasi partai politik jika dilihat dari segi komposisi dan fungsi keanggotaannya maka sebagai berikut  :Partai Massa, Partai Kader. Menurut sifat dan orientasinya : Partai Lindungan ( Patronage Party ) Partai Ideologi atau Partai Azas. Menurut jumlah sistem partai yang ada dalam suatu Negara :  Sistem Partai Tunggal ( One-Party System ) Sistem Dwi Partai ( Two-Party System ) Sistem Multi Partai ( Multi-Party System ).
Partai Politik di Indonesia dimlai sejak pemerintahan Hindia Belanda yaitu pencanangan politik etis 1908 dengan pelopornya adalah Boedi Utomo.adanya partai politik di Indonesia juga memiliki tujuan yaitu yang pertama untuk mewujudkan cita-cita nasional yang termaktub dalam UUD 1945, Mengembangkan kehidupan demokrasi dan menjungjung tinggi kedaulatan rakyat serta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan fungsi sebagai sarana pendidikan politik, sebagai perekat kesatuan bangsa, dan sebagai penghimpun, dan penyalur aspirasi politik.



BAB VII

Badan legislatif lahir atas konsensus raja dengan staf pengumpul dana upeti bagi raja dari rakyat. Contoh badan legislatif yang tertua didunia adalah DPR. DPR disusun sedemikian rupa sehingga ia mewakili dari rakyat dan pemerintah. Adapun susunan keanggotaan badan legislatif pada dasarnya menurut miriam Budiardjo adalah beraneka ragam, yaitu ada yang jumlahnya mencapai 1500 orang teatnya di Uni Soviet. Dalam lembaga legisatif ada sistem perwakilan, dimana sistem perwakilan ini memiliki konsep sistem perwakilan langsung dan sistem perwakilan tidak langsung
Badan legislatif juga memiliki fungs tertetu yankni yang pertama ada menentukan kebijaksanaan dan membuat undang-undang serta mengontrol badan eksekutif dalam arti menjaga supaya proses kerja badan eksekutif sesuai dengan kebijakan.
Namun bada legislatif juga tidak hanya harus berkewajiban tapi juga memiliki hak adapun hak adari badan legislatif seperti hak bertanya, interpelasi, angket dan mosi tidak percaya

BAB VIII
Pemilihan Umum

Pemilihan umum disebut juga dengan “political market” (Dr.Indria Samego) artinya bahwa pemilihan umum adalah pasar politik tempat individu/masyarakat berinteraksi untuk melakukan kontak sosial antara peserta pemilihan umum dengan pemilih yang memiliki hak pilih. tujuan dari pemilu sendiri adalah untuk memeilih wakil rakyat, wakil daerah, membentuk pemerintahan yang demokratis kuat dan legitimasi dari rakyat.
Asas Pemilihan Umum  menurut UU No. 15 tahun 1969, adalah sebagai berikut : UmumLangsungBebasRahasia Asas pemilu menurut UU No. 3 tahun 1999, adalah sebagai berikut  Jujur Adil Langsung Umum Bebas Rahasia
Adapun asas baru dari  menurut UU No. 23 tahun 2003, adalah sebagai berikut : Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur Adil Sistem Pemilihan Umum
Dalam ilmu politik dikenal bermacam-macam sistem pemiliham umum, akan tetapi umumnya berkisar pada dua prinsip pokok, yaitu :
1.Single-Member Constituency ( satu daerah pemilihan memilih satu wakil, biasanya disebut Sistem Distrik ).
2.Multi-Member Constituency ( sat daerah pemilihan memilih beberapa wakil dinamakan Perwakilan Berimbang ).
Sementara Sistem Pemilihan Umum di Indonesia sejak pemilu pertama tahun 1955 sampai pemilu kesepuluh tahun 2004, Indonesia telah menggunakan 6 macam sistem pemilu, yaitu :
1.      Pada Pemilu pertama tahun 1955, Indonesia menggunakan Sistem Proporsional yang tidak murni.
2.      Pada Pemilu kedua tahun 1971, Indonesia menggunakan Sistem Perwakilan Berimbang.
3.      Pada Pemilu ketiga tahun 1977 s/d pemilu kedelapan tahun 1997, Indonesia menggunakan Sistem Proporsional.
4.      Pada Pemilu Sembilan tahun 1999, Indonesia menggunakan Sistem Proporsional
5.      Pada Pemilu kesepuluh tahun 2004, Indonesia menggunakan Sistem Perwakilan Proporsional
6.      Pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2004, Indonesia mengunakan Sistem Distrik Berwakil Banyak.









Parungkuda Sukabumi Simpan Sejarah Bernilai Tinggi


Parungkuda mungkin mendengar kata Parungkuda, orang-akan berpikir tempat apa itu?,  letaknya dimana?, Parungkuda, ya memang itu merupakan sebuah desa terpencil tepatnya didaerah Sukabumi Jawa Barat ketika orang berfikir sukabumi mungkin hanya tau dengan mocinya yang terkenal atau kotanya yang terkenal sejuk sesuai dengan namanya, namun tahukah anda di Sukabumi juga tepatnya di  Parungkuda terdapat sebuah monumen yang berhubungan dengan pertempuran Indonesia dengan Inggris yang menjadi cikal bakal dari pertempuran Bandung Lautan Api. Sejarah bernilai tinggi ini bernama Monumen Palagan Perjuangan Bojongkokosan Pada tanggal 9 Desember 1945 pernah terjadi pertempuran hebat disini. Pertempuran yang dimaksudkan untuk penghadangan terhadap iring-iringan tentara Inggris (Sekutu) yang bergerak menuju Bandung melewati Bogor dan Sukabumi. Peristiwa Bojongkokosan pada tanggal 9 Desember 1945 merupakan awal dari serangan-serangan yang disusun oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pimpinan Letnan Kolonel Eddie Soekardi yang pada saat itu menjabat sebagai Komandan Resimen III TKR/TRI Sukabumi
Pada saat kejadiannya, kendaraan pengawal iring-iringan tentara Inggris (Sekutu) terjebak lubang yang disiapkan oleh para pejuang di jalan yang diapit oleh dua tebing di Bojongkokosan itu. Pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan rakyat Sukabumi menyergap iring-iringan tentara Inggris (Sekutu). Tercatat, 50 tentara Inggris (sekutu) tewas, 100 terluka dan 30 lainnya hilang.
Akhirnya Inggris membalas perbuatan para pejuang tersebut dengan menugaskan angkatan udaranya, RAF (Royal Air Force) untuk membombardir kawasan Cibadak dan sekitarnya. Pengeboman tersebut tercatat dalam buku The Fighting Cocks karangan Kolonel Doulton sebagai serangan terbesar selama Sekutu berada di Pulau Jawa. Tetapi pihak Resimen III TKR Sukabumi telah mengungsikan sebagian penduduk Cibadak, sehingga korban sangat minim.
Pada peristiwa pertempuran, tercatat sebanyak 73 pejuang gugur. 28 pejuang gugur saat terjadi pertempuran di Bojongkokosan pada tanggal 9 Desember 1945, sedangkan 45 pejuang dan rakyat gugur selama pertempuran yang terjadi antara Bojongkokosan – Sukabumi yang terjadi pada tanggal 9 hingga 10 Dedember 1945. Nama para pejuang dan rakyat yang gugur tersebut dituliskan dalam catatan yang terdapat di museum Bojongkokosan.
Peristiwa Bojongkokosan kemudian menjadi pemicu awal dalam peristiwa yang dikenal dengan Perang Konvoy dan merupakan Perang Konvoy Pertama – The First Convoy Battle – tanggal 9 hingga tanggal 12 Desember 1945. Sedangkan Perang Konvoy Kedua terjadi pada tanggal 10 hingga tanggal 14 Maret 1946
Monumen Palagan Perjuangan Bojongkokosan
Monumen Palagan Perjuangan Bojongkokosan berada pada pinggir jalan raya sehingga kita bisa melihatnya dengan jelas saat berkendaraan melewatinya. Monumen ini tepatnya berlokasi di Jln. Siliwangi Km. 27, Bojongkokosan, Parungkuda, Sukabumi. Monumen ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat pada bulan November 1992. Diatas prasasti Palagan Perjuangan terdapat tulisan Bagi pejuang tak ada satu kepuasaan kecuali hasil perjuangannya diteruskan oleh generasi selanjutnya”.
Selain Monumen dipalagan ini juga terdapat Museum Palagan Perjuangan yang didalamnya terdapat benda-benda yang berhubungan dengan pertempuran berdarah itu seperti ada senjata- senjata yang digunakan dan juga didinding terdapat tulisan nama-nama pejuang yang gugur dimedan perang tersebut, selain itu juga terdapat tempat pemutaran video saat berlangsungnya petrtempuran yang berpusat dipalagan tersebut, petugas penjaga museum sealau memutarkan video ketika museum ramai oleh pengunjung.
Sampai sekarang monumen Palagan Bojongkokosan ini menjadi saksi bisu dipecundanginya penjajah Inggris oleh pasukan indonesia. Bagaimana tidak bahkan kejadian pertempuran ini terkenal dengan kata pertempuran melawan Ular mengapa demikian karena konon katanya pertempuran ini menggunakan arus yanag sangat panjang dari Sukabumi hingga sampai ke Cianjur.bahakan setiap hari Pahlawan selalu diadakan peringatan yang sangat meriah di Palagan Perjuangan ini.
Palagan memang terkenal akan kisah perjuangannya yg sangat heroik, namun sayang kisah palagan ini semakin tergerus oleh arus informasi dari dunia hiburan dalam dan luar negeri hingga sekarang banyak anak-anak sekolah yang tak tahu dan tak mau tau tentang Sejarah  Palagan Perjuangan yang penuh pengorbanan para pahlawan bangsa. Saya pun sebagai penulis sadar seberapa seringnya saya melewati tempat ini namun kurang tahunya saya tentang sejarah dibalik tempat yang sering saya lewati ini, semoga dengan banyak belajarnya kita mengenai tempat-tempat bersejarah dapat membubuhkan sikap nasionalisme kita terhadap negeri tercinta ini. 




PENGARUH BUDAYA KOREA TERHADAP REMAJA INDONESIA


Korea merupakan salah satu negara maju yang ada didunia.dalam hal ni khususnya Korea Selatan. Negara tersebut memiliki banyak budaya, dimana budaya-budaya tersebut kini mewabah ke penjuru dunia, Demam Korea yang biasa disebut Hallyu atau Korean Wave saat ini sedang sangat digandrugi masyarakat-masyarakat dunia.
Fenomena ini sebenarnya sudah ada sejak 6 tahun belakangan, tepatnya pada saat munculnya drama Korea yang berjudul Boys Before Flowers (2009) yang menuai kesuksesan pada saat itu, setelah dipasarkan pada beberapa negara, tidak hanya dalam hal drama Korea Selatan juga menuai kesuksesan di industri  musik seperti Boyband dan Girlband yang mewabah ke penjuru dunia salah satunya Indonesia. Korea, sekaligus budaya di dalamnya, memiliki daya tarik yang luar biasa yang mengakibatkan jumlah pecinta dan pemerhatinya bertambah dari waktu ke waktu. Orang tertarik pada Korea karena Korea itu unik dalam berbagai sisinya termasuk kebudayaan, kuliner, hingga pariwisatanya. Kini demam korea terjadi hampir di seluruh Negara di dunia salah satunya adalah negeri kita Indonesia.

         Indonesia yang merupakan Negara yang padat penduduknya kini sedang dilanda demam korea. Awalnya, sehabis drama Full House ditayangkan, banyak drama lain yang ditayangkan di stasiun tv Indonesia. Puncaknya adalah ketika ada sebuah drama korea baru yaitu BBF, Indonesia langsung dilanda demam Korea.

                 Yang luar biasa tidak hanya dramanya saja, Boyband dan Girlbandnya juga di sukai anak muda di Indonesia. Bukan hanya anak muda yang menyukainya bahkan anak kecil dan dewasa juga suka karena wajah K-Pop alias boyband asal Korea disukai mulai dari personilnya yang keren, ganteng, cantik dengan wajah oriental mereka kemudian lagu, aksi dance, gaya rambut, sampai style fashion mereka yang unik dianggap sebagai trendsetter masa kini.

Faktor yang mempengaruhi penyebaran budaya korea di Indonesia seperti gaya berpakaian nyentrik dan menarik, drama yang ditawarkan memiliki alur yang menarik dan tidak membosankan, bahkan musik K-pop yang menampilkan lagu yang menarik, lirik yang tidak begitu sulit diikuti dan tentunya selain hal tadi juga yang tidak boleh terlewatkan adalah paras tampan dan cantik para artis yang menyebabkan K-Pop dan K-drama yang banyak digandrungi berbagai kalangan salah satunya remaja di Indonesia.
Kita perlu mengetahui apa saja pengaruh yang ditimbulkan dari budaya Korea tersebut pada remaja Indonesia. Dalam hal ini pengaruh juga memiliki 2 aspek yang pertama ada pengaruh positif yang kedua ada pengaruh negatif.. Pengaruh positif seperti gaya berpakaian para Kpopers atau sebutan fans korea menjadi lebih bervariasi, para remaja yang menyukai Korean Wave untuk mencoba memakan makanan Korea yang pada umumnya merupakan makanan yang sehat, mengikuti budaya korea membuat para remaja Indonesia terdorong untuk belajar bahasa dan tulisan Korea (Hangul) sehingga menambah wawasan dalam belajar dan berbahasa dan juga belajar dalam memahami suatu karya musik yang baik dan juga tayangan drama yang berkualitas.Namun meski memili segi positif hal ini juga emiliki segi segi negatif akibat mewabahnya budaya korea membuat remaja Indonesia menjadi acuh tak acuh dengan budaya sendiri, hilangnya semangat nasionalisme remaja, dan lebih menyukai budaya yahg dimiliki egara korea tersebut. Terlalu fanatik terhadap artis korea membuat mereka mengikuti gaya hidup yang selalu ingin sama dengan orang Korea, Fashion, bahasa Kuliner bahkan sampai-sampai ketika para fanatisme ini ingin  terlihat cantik, mereka lalu melakukan operasi plastik dimana hal itu tidak sesuai dengan adat istiadat Indonesia. Menurut pendapat saya pada hakekatnya kita sebagai rakyat Indonesia harus selektif terhadap budaya luar yang berkembang di Indonesia  jangan sampai karena budaya luar kita jadi melupakan budaya sendiri, tetapi alangkah lebih baiknya kita menjaga sikap nasionalisme dan membuat budaya Indonesia yang kaya ini dapat dikenal dipenjuru dunia  dan yang terpenting kita harus bangga terhadap budaya Indonesia, karena di Negara yang kaya akan Budaya inilah kita dilahirkan.


Jumat, 23 Desember 2016

ANALISIS HUBUNGAN INTERNAL PT INDONESIA POWER

LAPORAN OBSERVASI
PT.INDONESIA POWER
 ‘disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Hubungan Internal’
Dosen Pengampu Dyah Rahmi Astuti. S.Sos., M.Si

oleh:
Ranti Nuarita              (1154060066)

 


                        
A.    SELAYANG PANDANG PT.INDONESIA POWER

PT Indonesia Power, atau IP, adalah sebuah anak perusahaan PLN menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga listrik. Saat ini Indonesia Power merupakan perusahaan pembangkitan listrik dengan daya mampu terbesar di Indonesia.
Cikal bakal perusahaan ini adalah PT Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I (PLN PJB I), yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995 sebagai anak perusahaan PLN yang waktu itu baru saja berubah statusnya dari Perum menjadi Persero. Pada tanggal 3 Oktober 2000, PJB I berubah nama menjadi PT Indonesia Power.
Sebagai salah satu pelaku bisnis terkemuka di industri pembangkitan tanah air, Indonesia Power memandang inovasi sebagai salah satu prioritas perusahaan dalam upaya meningkatkan keandalan pembangkit-pembangkit yang dikelola dan dimilikinya. Tak hanya mengelola bsinis atau perusahaan saja, perusahaan juga telah menyusun sejumlah langkah untuk menumbuhkan semangat inovasi dalam setiap insan/karyawan Indonesia Power. Dalam proses jalannya, perusahaan yang memiliki visi “Menjadi perusahaan yang terpercaya dan tumbuh berkelanjutan ini, berusaha terus membangun kepercayaan baik publik internal maupun eksternal agar Indonesia Power dipandang sebagai perusahaan yang menyelenggarakan bisnis tenaga dan jasa yang bersahabat, andal efektif dan efisien dengan kata lain dilihat sebagai perusahaan yang memiliki citra positif baik di ranah internal maupun eksternal.
B.     HUBUNGAN INTERNAL
Dalam bukunya Handbook Of PR (2014:99) Elvinaro mengatakan bahwa, Hubungan internal adalah kegiatan PR untuk membina hubugan dengan publik internal, baik itu karyawan, manajer, top management pemegang saham dan lainnya, dengan kata lain hubungan internal merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh seorang praktisi Humas (Pubic Relations) guna menjalin hubungan yang harmonis dengan publik internal. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara publik internal dengan perusahaan , maka tidak akan sulit bagi perusahaan membangun citra positif dimata para karyawannya. Selain itu jika sebuah perusahaan menjaga dengan baik hubungan internalnya maka setiap publik internalnya akan secara otomatis mengikuti apa tujuan dari perusahaa dan akhirnya tujuan pun dapat terlaksana sesuai keinginan dari perusahaan. Disini salah satu bagian dari hubungan internal seperti human relations dan media internal. Human Relations adalah hubungan manusiawi yang didalamnya tidak hanya membicarakan komunikasi saja melainkan juga mengaitkan psikologi dari manusia, selain itu juga tujuannya adalah untuk memotivasi, atau bisa dibilang adalah cara memanusiakan manusia.sementara media internal adalah salah satu bagian dari hubungan internal yang tujuannya untuk memberikan informasi dan sarana komunikasi, media internal  itu banyak sekali macamnya diantaranya dapat berupa brosur, majalah, pamplet, poster, intranet selain itu juga dapat berupa pengumuman melalui surat dan lainnya.

C.    ANALISIS HUBUNGAN INTERNAL PT. INDONESIA POWER
Indonesia Power sebagai salah satu perusahaan pembangkit tenaga listrik di Indonesia dalm praktiknya pasti ingin perusahaannya memiliki citra positif baik dimata Publik Internal maupun eksternal. Analisis saya kali ini akan membahas mengenai proses hubungan Internal yang terjadi di PT.Indonesia Power.
PT. Indonesia Power memiliki Visi menjadi perusahaan energi terpercaya dan tumbuh berkelanjutan, tentunya tidak mudah mewujudkan perusahaan yang terpercaya dan berkelanjutan, karena pada praktinya membuat sebuah perusahaan yang tetap dipercaya oleh publik internal maupun eksternal itu sulit, namun Indonesia Power dari sisi menjaga hubungan internal sangat baik karena terbukti sampai sekarang Indonesia Power dipercaya sebagai perusahaan pembangkit listrik yang dipercaya baik oleh publik internal maupun ekternal.
Banyak sekali Praktek dari PT. Indonesia Power dalam menjaga hubungan dengan Publik Internal agar tetap harmonis. PT Indonesia Power telah menerapkan komunikasi vertikal, selain itu PT Indonesia Power juga  memberikan banyak kesempatan bagi para pegawai untuk mengeluarkan apresiasinya seperti contohnya melalui Forum Karya Inovasi (FKI) PT. Indonesia Power memberikan wadah bagai para insan/karyawan dalam rangka ikut serta memberikan ide-ide untuk membudayakan inovasi-inovasi baru demi terwujudnya tujuan dari perusahaan Indonesia Power. Indonesia Power pada praktiknya tidak hanya mengendepankan prinsip Profit Oriented tapi PT Indonesia Power juga menjaga prinsip Human Relations terhadap karyawan karena menurut perusahaan Indonesia Power karyawan adalah salah satu aset yang penting bagi perusahaan. Dalam menjaga hubungan yang baik dengan publik internal PT Indonesia Power juga menerapkan prinsip-prinsip dasar yang harus dijunjung setiap insan dari perusahaan diantaranya adanya saling menghormati, pendekatan partisifatif serta menerapkan nilai-nilai seperti integritas, profesional, proaktif dan sinergi terhadap perusahaan, meski perusahaan menerapkan nilai-nilai seperti yang di sebutkan namun perusahan tidak bersikap apatis karena, sebelum diterapkannya nilai-nilai tersebut perusahan selalu melakukan perjanjian kerja bersama, serta pembagian kerja yang beraturan, tujuannya agar saat praktiknya tidak ada yang dirugikan baik perusahaan maupun karyawan dan akhirnya PT Indonesia Power bisa menciptakan keseimbangan antara profit, sosial, dan kesejahteraan karyawannya. Usaha lain yang dilakukan oleh PT.Indonesia Power dalam rangka menjaga hubungan Internal khususnya Human Relations dalam perusahaannya adanya pengaturan hak dan kewajiban karyawan, Manajer terus melakukan pengembangan dari karyawan seperti mengadakan pelatihan-elatihan untuk pengembangan inovasi dan kreativitas dari para Insan/karyawan Indonesia Power. PT. Indonesia Power juga memiliki sarana media internal perusahaan untuk menjaga hubungan baik dengan karyawan dan memberikan informasi mengenai manajemen se transfaran mungkin kepada publik internal diantaranya ada, TV Wall, Mading, dekstop, IPWN, Intranet, perpustakaan serta majalah Internal dan lainya. Pemberian Indormasi bagi para publik internal dilakukan dengan bebrapa cara salah satunya pengiriman majalah kesetiap divisi kerja, pemberitahuan e-mail, serta pemberitaan media melalui media internal yang ada. Tata kelola PT. Indonesia Power dalam menjaga hubungan yang harmonis dengan publik internal tidak hanya yang dikemukakan diatas masih banyak lagi pendekatan-pendekatan yang dilakukan perusahaan seperti adanya Coffe Morning yang dilakukan Direksi dengan pegawai yang dilakukan setiap satu bulan sekali, Family Gattering setiap dua tahun sekali yang tujuannya untuk mengikat hubungan emosional antara perusahaan dengan karyawan, menjaga komunikasi, memperbayak relasi, serta menjalin hubungan yang harmonis pastinya antara perusahaan dengan karyawan. Selain itu, ada pula pengadaan fasilitas yang memadai seperti bisnis center, lapangan tenis, serta olahraga lainnya  seperti senam pagi setiap hari minggu untuk semua insan perusahaan.  Selain itu juga, untuk menghargai hasil kerja keras karyawan  perusahaan selalu memberikan reward bagi insan PT Indonesia Power yang memberikan inovasi serta kreativitas yang baru dan bermanfaat bagi perusahaan.
Dilihat dari beberapa fakta dan data kita bisa tahu kalau proses hubungan internal yang dijalin oleh PT Indonesia Power sangat baik dari penerapan teori serta praktiknya sangat sesuai seperti adanya fasilitas-fasilitas media internal, penerapan Human relations pada karyawan, serta para insan dari PT Indonesia Power semuanya diajak untuk ikut berkontribusi terhadap perusahaan, komunikasi organisasi yang terjalin dengan baik,  adanya two way communications antara direksi dengan pegawai adanya  pengertian di antara seluruh komponen organisasi. Serta PT. Indonesia Power  melaksanakan komunikasi dengan baik, dan  akhirnya semua rencana, intruksi, sasaran, dan motivasi sesuai dengan tujuan awal dari perusahaan.
PT.Indonesia Power dalam pelaksanaan hubungan Internal tidaklah mudah karena seperti yang kita tau bahwa menyamakan persepsi dan juga menyatukan otak manusia menjadi satu tujuan itu merupakan salah satu hal yang sulit, untuk mengurangi kesulitan dalam mengurus internal perusahan  PT Indonesia Power juga menggunakan prinsip 4 Step Of PR dalam perusahaan diantaranya
1.      Fact Finding
PT Indonesia Power dalam praktik kehumasan menerapkan Fact Finding yakni pengumpulan data dan fakta dari para publik internal mengenai proses dari kerja perusahaan yang berdampak pada keberlangsungan PT Indonesia Power, diantaranya dengan cara melakukan survei setiap tahun mengenai kepusaan dari publik internal terhadap perusahaan. misalkan Publik Internalnya karyawan, manajemen mendengarkan argumentasi serta pendapat dari para karyawan mengenai apa yang diinginkankan karyawan, apa saja tuntutan dari karyawan dan menyelaraskannya dengan tujuan perusahaan agar baik perusahaan maupun karyawan dapat sama-sama di untungkan dan tujuan perusahaan tercapai dengan baik .
2.      Planning
 Disini PT Indonesia Power melakukan rencana-rencana yang untuk kelanjutan perusahan kedepan agar visi dari perusahaan yang ingein menjadi perusahaan yang terpercaya dan berkelanjutan dapat terwujud dan tidak hanya coretan di kertas saja, salah satu contohnya unruk meningkatkan inovasi-inovasi dari insan Indonesia Power, perusahaan berencana mengadakan pelatihan-pelatihan dan workshop, serta mengembangkan potensi-potensi dari insan PT. Indonesia Power.
3.      Communicating
Pelaksanaan program dari PT Indoneisa Power sehingga dapat mempengaruhi sikap Dari karyawan  yang kemudian mendorong dan mengikuti rencana dari PT Indonesia Power Sendiri , Dalam rangka penyebaran informasi mengenai rencana-rencana  diadakannya Family Gattering di Indonesia Power adalah salah satu cara dari  Direksi mengkomunikasikan pada manajer setiap divisi mengenai rencana-rencana dari perusahaan dan manajer mengkomunikasikan kepada karyawan mengenai rencana-rencana perusahaan tersebut. Serta memberikan arahan pada saat rapat koordinasi di perusahaan.
4.      Evaluating
Disini bagian humas dari PT Indonesia Power Memantau atau memonitoring dari rencana- rencana yang sudah dilaksanakan, evaluasi ini menjadi indikator atau parameter yang dapat menentukan untuk rencana-rencana selanjutnya demi keberlangsungan perusahaan/ PT Indonesia Power kedepan.  
D.    SIMPULAN
Dari hasil observasi kami di PT. Indonesia Power, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada praktiknya PT. Indonesia Power sudah melakukan Hubungan Internal terhadap publik internalnya dengan baik sekali karena salah satu buktinya adalah adanya kegiatan hubungan internal yang dilakukan diperusahaan tersebut yakni Human relations serta media Internal. Hubungan internal ini juga berdampak baik bagi perusahaan karena berdasarkan hasil observasi salah satu publik internal perusahaan khususnya karyawan merasa puas dengan perlakuan perusahaan, karena pada prakteknya perushaan tidak hanya mementingkan aspek materi (uang) namun perusahaan juga mementingkan aspek rohaniah dan jasmaniah karyawannya. Perusahaan juga tidak hanya melakukan komunikasi vertikal saja namun juga melakukan komunikasi horizontal, sehingga publik internal khususnya karyawan disana merasa bahwa adanya mereka di perusahaan PT. Indonesia Power  itu diperlakukan memang layaknya manusia dan layaknya aset penting dari perusahaan. Hubungan yang dilakukan oleh PT.Indonesia Power terhadap karyawannya sudah masuk atau memenuhi syarat dari kegiatan Hubungan Internal.
DAFTAR PUSTAKA

Ardianto, Elvinaro.2014. Handbook Of PR. Bandung.Rosdakarya

Senin, 12 Desember 2016

HUBUNGAN INTERNAL ANALISIS MEDIA INTERNAL

OLEH : RANTI NUARITA

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Hubungan Internal adalah kegiatan Public Relations atau (PR) yang tujuannya untuk membina hubungan dengan public internal, seperti karyawan, manajer, top management serta pemegang saham. Salah satu bagian atau kegiatan dari hubungan Internal adalah media internal, media internal  itu banyak sekali macamnya diantaranya dapat berupa brosur, majalah, pamplet, poster, selain itu juga dapat berupa pengumuman melalui surat atau media elektronik dan lainnya.
Badan Perpustakaan Umum Daerah (BAPUSIPDA) Provinsi Jawa Barat merupakan sebuah Institusi pemerintahan yang bergerak dibidang perpustakaan dan kearsipan daerah yang mencakup Provinsi Jawa Brat, sebagai sebuah Institusi pemerintah yang memiliki jangkauan yang luas maka karyawan atau pegawai dari BAPUSIPDA itu sendiri tergolong cukup banyak, karena itu penting bagi organisasi pemerintah ini menerapkan hubungan Internal di institusinya.salah satu upaya dari BAPUSIPDA untuk menjaga hubungan yang baik dengan karyawannya adalah menggunakan media internal dari BAPUSIPDA itu sendiri.
1.2.Rumusan Masalah
Media Internal apa yang ada dan digunakan  di BAPUSIPDA ?

1.3.Pertanyaan Masalah
1.      Bagaimana Fact Finding/Analisis Situasi Pembuatan Media Internal Humas BAPUSIPDA?
2.      Bagaimana Planning and Programming Media Internal Humas BAPUSIPDA?
3.      Bagaimana Proses Communicating and Actuating Media Internal oleh Humas BAPUSIPDA?
4.      Bagaimana proses Evaluating Media Internal Humas BAPUSIPDA?

1.4. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuannya adalah sebagai berikut:
1.   Untuk mengetahui Fact Finding/Analisis Situasi Pembuatan Media Internal Humas BAPUSIPDA?
2.   Untuk mengetahui Planning and Programming Media Internal Humas BAPUSIPDA?
3.   Untuk mengetahui Proses Communicating and Actuating Media Internal oleh Humas BAPUSIPDA?
4.   Untuk mengetahui proses Evaluating Media Internal Humas BAPUSIPDA?

1.5. Lokasi Observasi
BAPUSIPDA Provinsi Jawa Barat
Jl. Kawaluyaan Indah II No. 4, Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40285.

1.6.Narasumber
Pada Penelitian ini kami mendapatkan narasumber Wakil Kepala Bidang Humas Bapusipda yakni Bapak Agus Sulistyono








BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tinjauan Pustaka
Berdasarkan judul penelitian oleh tim penulis mengenai “Hubungan Internal Analisis Media Internal di Bapusipda” maka diperlukan penjelasan mengenai hubungan internal, media internal, Four Step Public Relations serta selayang pandang mengenai BAPUSIPDA.
2.1.1. Pengertian Hubungan Internal
Hubungan Internal adalah bagian khusus dari PR (Public Relations) yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan saling bermanfaat antara para petinggi organisasi atau perusahaan dengan karyawan tempat organisasi menggantungkan kesuksesan.
Hubungan Internal ( Internal Relations) adalah kegiatan Public Relations (PR) untuk membina hubungan dengan publik internal, seperti karyawan, para manajer, top management, dan para pemegang saham (stockholders) agar citra dan reputasi organisasi atau perusahaan tetap posistif dimata pubik interal. (Elvinaro, 2014:99).
       Hubungan internal dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan berfungsi untuk mengomunikasikan berbagai berita, pelatihan, dan topik penting lainnya kepada karyawan. Kegiatan hubungan internal uga berupaya untuk tetap memelihara budaya dari sebuah organisasi atau perusahaan agar dapat membentuk senses of belonging (rasa memiliki) dan sense of responsibility publik internalpada organisasi atau perusahaan.
       Hubungan Internal ini penting dan diperlukan karena dalam sebuah perusahaan publik internal khususnya karyawan adalah sebuah aset yang penting bagi institusi atau perusahaan karena tanpa adanya pegawai atau karyawan tujuan dari perusahaan tidak akan tercapai, Hubungan internal juga memiliki dua macam yaitu hubungan internal vertikal dan hubungan internal horizontal. Hubungan internal-vertikal, yaitu hubungan yang terjalin antara atasan dengan bawahan atau antara atasan dengan para stafnya. Contoh: hubungan antara direktur dengan karyawannya. Sementara Hubungan internal-horizontal, yaitu hubungan kerja resmi di dalam suatu organisasi atau perusahaan, yang terjadi secara mendatar atau sejajar atau yang mempunyai kedudukan setingkat atau satu level. Contoh: hubungan antara kepala bagian keuangan dengan kepala bagian personalia, hubungan sesama karyawan. Salah satu kegiatan hubungan internal diantaranya ada media Internal, human relations dan lainnya
2.1.2. Pengertian Media Internal
       Media internal ini merupakan sarana komunikasi efektif yang mampu mengelola sumber daya yang ada dalam perusahaan. Artinya, melalui media ini PRO berupaya untuk membina hubungan komunikasi masyarakat internal dengan menjadi corong informasi para karyawan kepada pihak perusahaan atau mampu bertindak sebagai mediator dari perusahaan (pimpinan) terhadap karyawannya (Ruslan 2014 : 266).
       Media internal ini diperlukan untuk pencapaian citra positif dan dukungan opini publik. Bentuk media ini bisa bermacam-macam misalnya, House Journal, buletin, majalah, surat kabar, news letter, koran dinding perusahaan atau intranet yang saat ini sudah banyak digunakan oleh perusahaan - perusahaan besar. Media internal ini termasuk ke dalam golongan media terkontrol karena perusahaan dapat menangani secara langsung pemberitaan yang dimuat. Pada dasarnya, isi media ini sama dengan media komersial, hanya bedanya terletak kepada menyangkut pembaca yang terbatas, tidak berbentuk massa (umum), segmentasi publik pembacanya lebih khusus yaitu sesuai dengan target publik perusahaan (dalam hal ini internal perusahaan) serta isi media yang terkontrol.
       Rosady Ruslan menjelaskan bahwa media internal berfungsi sebagai media hubungan komunikasi dengan publik internal dan eksternal dalam upaya pencapaian pesan-pesan perusahaan kepada pemilik (shareholder), khalayak terkait (stakeholder) mengenai aktivitas perusahaan, manfaat produk, barang dan jasa. Selain itu, media internal, menurutnya bisa dijadikan sebagai ajang komunikasi antar karyawan. Media internal menjadi sarana untuk memberitakan berbagai perkembangan perusahaan atau instansi dan juga mampu menjadi sarana menambah pengetahuan, memacu kinerja dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Peran media internal menjadi sangat penting karena melalui media inilah antar karyawan maupun antara karyawan dan manajemen dapatberinteraksi, dapat menyamakan pandangan dan harapan terhadap perusahaan.  
2.1.3 Pengertian Four Step Public Relations
Scott M. Cutlip & Allen H. Center (Prentice-Hall,Inc.1982:123) menyatakan bahwa proses perencanaan program kerjanya melalui “proses empat tahapan atau langkah-langkah pokok” yang menjadi landasan acuan untuk pelaksanaan program kerja kehumasan adalah sebagai  berikut :
1.      Penelitian dan mendengarkan (Research – Listening)
Dalam tahap ini, penelitian yang dilakukan berkaitan dengan opini, sikap dan reaksi dari mereka yang berkepentingan dengan aksi dan kebijaksanaan-kebijaksanaan suatu organisasi. Setelah itu bru dilakukan pengevaluasian fakta-fakta, dan informasi yang masuk untuk menentukan keputusan berikutnya. Pada tahap ini akan ditetapkan suatu fakta dan informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi, yaitu What’s our problem (Apa yang menjadi problem/masalah kita).
2.      Perencanaan dan mengambil keputusan (Planning – Decision)
Dalam tahap ini sikap, opini, ide-ide, dan reaksi yang berkaitan dengan kebijaksanaan serta penetapan program kerja organisasi yang sejalan dengan kepentingan atau keinginan pihak yang berkepentingan mulai diberikan : Here’s what we can do? (Apa yang dapat kita kerjakan).
3.      Mengkomunikasikan dan pelaksanaan (Communication – Action)
Dalam tahap ini informasi yang berkenaan dengan lankah-langkah yang akan dilakukan dijelaskan sehingga mampu menimbulkan kesan-kesan yang secara efektif dapat mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan berpotensi untuk memberikan dukungan sepenuhnya: Here’s what we did and why? (Apa yang telah kita lakukan dan mengapa begitu)
4.      Mengevaluasi (Evaluation)
Pada tahapan ini, pihak public realations atau humas mengadakan penilaian pada hasil-hasil dari program-program kerja atau aktivitas humas yang telah dilaksanakan. Termasuk mengevaluasi keefektivitasan dari teknik-teknik manajemen dan komunikasi yang telah dipergunakan : How did we do (Bagaimana yang telah kita lakukan). (Ruslan, 2014:148-149)
2.1.4. Selayang Pandang BAPUSIPDA
Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (BAPUSIPDA) terbentuk dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2008 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah Dan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan PERDA tersebut, BAPUSIPDA terbentuk sebagai gabungan dari 2 (dua) badan, yaitu Badan Perpustakaan Daerah (BAPUSDA) dan Badan Kearsipan Daerah (BASIPDA). Pada awal terbentuknya, Badan Perpustakaan dan kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Bapusipda) merupakan salah satu Instansi yang erada dibawah kendali Pemerintah Provinsi Jawa barat yang memiliki Visi "Perpustakaan Mencerdaskan Masyarakat dan Kearsipan Pilar Akuntabilitas" Adapun Misinya sebagai berikut
1.Mewujudkan pembudayaan kegemaran membaca masyarakat;
2.Menyediakan arsip sebagai bahan bukti autentik penyelenggaraan pemerintahan daerah dan sumber informasi publik;
3.Mengembangkan dan melestarikan bahan perpustakaan dan arsip untuk kepentingan IPTEK;
4.Meningkatkan pembinaan perpustakaan dan kearsipan;
5.Meningkatkan pelayanan perpustakaan dan kearsipan berbasis TIK. (Bapusipda.2014/ Selayang Pandang Bapusipda./bapusipda.jabarprov.go.id /diakses tanggal 11 November 2016)

  
BAB 3
PEMBAHASAN
BAPUSIPDA sebagai salah satu instansi Pemerintah yang bergerak di bidang perpustakaan dan kearsipan cakupan Jawa Barat dalam praktinya memiliki pegawai yang cukup banyak karena cakupan dari BAPUSIPDA sendiri adalah seluas Jawa Barat. Dalam praktinya Instansi ini juga memiliki tim Humas tersendiri dimana Humas disini berperan sebagai komunikator antara Instansi dengan publik-publiknya baik Internal maupun eksternal.
BAPUSIPDA dalam menjaga hubungan baik dengan publik Internalnya salah satu praktinya yaitu membangun Hubungan Internal, dalam praktinya pun banyak sekali upaya-upaya BAPUSIPDA dalam menjaga hubungan Internal antara instansi dan karyawannya, seperti human relations, serta adanya media Internal di Instansi sendiri.
BAPUSIPDA memiliki banyak media Internal diantaranya ada media cetak dan media online, media cetak diantaranya ada majalah, pamlet dan brosur serta surat. Sementara untuk media online BAPUSIPDA memiiki web resmi mereka yaitu (bapusipda.jabarprov.go.id)
“Adanya media internal di BAPUSIPDA bertujuan untuk menyalurkan informasi kepada para pegawai, tidak hanya itu didalam media internal kami juga ada penjelasan mengenai seluk beluk atau segala sesuatu tentang BAPUSIPDA, kalau dalam majalah itu misalkan ada juga kolom kerja mengenai pegawai didalamnya itu sering dimuat mengenai tanggung jawab, hak dan kewajiban pegawai, agar dalam implementasian kerjanya pegawai dapat sesuai dengan kebijakan instansi” (Hasil wawancara melalui Ka. urusan humas Agus Sulistyono , 01 November 2016)
Pengoperasionalan media internal di BAPUSIPDA melalui banyak cara seperti untuk majalah internal, brosur itu dibagikan kesetiap pegawai sementara untuk media online itu para pegawai diberitahu alamat web yang bersangkutan.
1.1.   Fact Finding/Analisis Situasi Pembuatan Media Internal Humas BAPUSIPDA
Humas BAPUSIPDA sebelum membuat media Internal tentunya tim dari para pembuat media Internal sendiri melakukan analisis situasi terhadap instansinya salah satunya yang pertama dilakukan oleh tim humas BAPUSIPDA adalah mengetahui  latar belakang instansi, seperti visi dan misi dari BAPUSIPDA sendiri agar setiap hal yang di muat dalam media internal itu mengandung unsur dari visi dan misi dari BAPUSIPDA. Selain itu juga melakukan pengumpulan data seperti meminta masukan-masukan dari instansi atau pegawai tentang apa saja bahasan yang baik untuk media Internal BAPUSIPDA.
3.2. Planning and Programming Media Internal Humas BAPUSIPDA
            Humas BAPUSIPDA dalam membuat media internal pun melakukan tahapan perencanaan atau planning. Disini Humas BAPUSIPDA dalam membuat media internal melihat terlebih dahulu sasaran dari media internal tersebut menurut ka.humas BAPUSIPDA Agus Sulistyo mengatakan adanya media internal disini diharapkan sasarannya tidak hanya untuk instansi saja melainkan juga mencakup pegawai salah satunya dalam majalah terdapat kolom mengenai pegawai yang didalamnya seperti mengatur etika pegawai proses-proses kerja pegawai dan hal-hal yang mencakup kepegawaian lainnya. Namun dari penjelasan kabag humas mengatakan cakupan dari media internal BAPUSIPDA tidak hanya mencakup pegawai BAPUSIPDA pusat saja namn juga mencakup BAPUSIPDA se tingkat Jawa Barat dan BAPUSIPDA pusat yang ada di Bandung itu merupakan pusat pengendalian dari BAPUSIPDA se Jawa Barat. Sehingga dalam praktiknya media internal harus bisa mencakup sasaran yakni publik internal BAPUSIPDA baik yang di pusat tepatnya Bandung maupun daerah Jawa Barat lainnya, yang akhirnya dengan fakta seperti itu membuat BAPUSIDA pusat dalam praktiknya memiliki rencana untuk terus update mengenai keadaan instansinya di media online agar cakupannya menjadi lebih luas.
3.3. Communicating/Actuating Media Internal Humas BAPUSIPDA
Pada praktiknya dalam instansi Humas BAPUSIPDA juga mengkomunikasikan setiap rencana-rencana atau kebijakan dari instansi kepada pegawai atau karyawannya. Cara pengoperasionalan atau pengkomunikasian yang dilakukan oleh Humas adalah ada untuk majalah internal atau brosur misalkan Humas BAPUSIPDA melakukannya dengan membagikan kepada setiap karyawan atau pegawai hal ini bertujuan agar setiap pegawai atau karyawan tidak ketinggalan informasi dankebijakan-kebijakan baru dari instansinya sendiri, selain itu juga untuk menambah pengetahuan-pengetahuan baru selalu diadakan rapat internal tahunan yang biasanya dilakukan diakhir tahun. Selain itu agar tingkah lakupegawai sesuai dengan kebijakan instansi BAPUSIPDA humas BAPUSIPDA menggunakan salah satunya pamplet misalkan adanya tentang budaya-budaya yang harus dibiasakan oleh pegawai, pengkomunikasian ini dilakukan agar pada praktik kerjanya pegawai bisa melaksanakan tugasnya sesuai kebijakan instansi dan instansi juga bisa memberikan kebutuhan yang perlukan oleh pegawai, sehingga berdampak positif bagi kedua belah pihak.
3.4. Evaluating Media Internal Humas BAPUSIPDA
Tahap terakhir yang dilakukan oleh BAPUSIPDA dalam mengelola media internalnya yaitu tahap evalusi menurut kabag Humas Agus Sulistyo mengatakan tahapan evalusi disini bertujuan meninajau kembali apakah media yang digunakan sudah efektif dan efisien dalam praktinya. Pada tahap evaluasi ini salah satunya adalah melakukan quisioner kepada para pengunjung BAPUSIPDA mengenai kinerja karyawan BAPUSIPDA dan juga mengenai BAPUSIPDA itu sendiri. Apabila hasilnya bagus itu berarti pengkomunikasian media internal misalkan yang berisi etika dan tanggung jawab karyawan itu sudah efektif dan sebaliknya apabila hasil quisioner menunjukan hasil yang kurang baik berarti pengkomunikasian atau media internal saat itu kurang efektif. Evaluasi lain yang dilakukan melauli survei pegawai mengenai kebijakan dari instansi. Evalusi ini diperlukan untuk menjadi bahan kedepannya akan seperti apa isi dari media internal dan akan seperti apa pengkomunikasian yang baik agar tercapainya tujuan instansi menjadi lebih efektif dan efisien.
BAB 4
PENUTUP
4.1.  Simpulan
Hubungan Internal merupakan salah satu dari kegiatan Humas dalam menjaga hubungan yang harmonis dengan publik internal, demi tercapainya citra positif instansi atau perusahaan dimata publik internalnya. Bapusipda sebagai sebuah instansi yang berada dibawah naungan pemerintah, dalam praktiknya memiliki pegawai yang cukup banyak mengingat cakupan dari BAPUSIPDA adalah Provinsi Jawa Barat. Hal ini juga menjadi salah satu alasan dari BAPUSIPDA khususnya bidang humas menerapkan Hubungan Internal salah satunya media internal, media internal yang ada seperti majalah internal, brosur, pamplet dan media online.
Humas BAPUSIPDA sebelum mencetak media online terlebih dahulu melakukan salah satu strateg PR yakni Fact Finding disini pihak humas mengumpulkan data dan fakta mengenai instansi dan pegawainya hal ini bertujuan agar saat membuat media internal isi dari medianya tidak hanya berfokus kepada instansi saja melainkan juga mengandung unsur yag berguna untuk karyawan,
Dalam tahap Perencanaan disini humas BAPUSIPDA melihat sasaran dari media internal yang dibuat, mengingat BAPUSIPDA cakupannya juga setingkat Provinsi Jawa Barat sehingga dalam membuat media internal BAPUSIPDA tidak hanya mencakup pusat saja. Selain itu dalam tahap perencanaan humas BAPUSIPDA juga mengacu pada data dan fakta yang ada sehingga saat membuat media internal isi dari media tersbut dapat bermanfaat baik bagi instansi maupun pegawai.
Selanjutnya ada tahapan pengkomunikasian dari BAPUSIPDA pada tahappihak humas BAPUSIPDA lebih menyebitnya dengan tahap pengoperasionalan dari media internal tersebut, disini pengoperasionalan dari media internal misalkan majalah internal itu dibagikan kepada para karyawan.
Tahap terakhir yakni evalusi, disini humas BAPUSIPDA melakukan survei kepada karyawan seperti dengan membuat quisioner dan mengadakan rapat tahunann mengenai kinerja dan kebijakan.
4.2.   Saran
Dalam praktik kerja PR seharusnya seorang humas harus bisa menerapkan teori sesuai praktik seperti yang dilakukan oleh humas BAPUSIPDA, khusunya dalam bidang media internal seorang humas harus ahli menganalisis keadaan perusahaan atau orgaisasinya selain itu seorang humas juga harus memiliki keterampilan atau kreativitas agar dapat membuat medi internal yang baik serta berguna bagi publik internal dan organisasinya.
Selain itu, dari penelitian yang telah dilakukan, kami menyarankan untuk:
1. Melakukan kembali penelitian tentang media internal di BAPUSIPDA secara lebih mendalam
2. Mencari beberapa sumber data mengenai penjelasan media internal itu sendiri agar dapat menambah wawasan mengenai media internal.